Palu, MemoSulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dikukuhkan sebagai Wija to Luwu (orang Luwu) oleh Sekretaris Jenderal BPP KKLR, Jaya Lupu disaksikan Hatamuddin, tokoh KKLR lainnya pada Senin, 12 Mei 2025.
Gelar tersebut bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga pengakuan atas dedikasi dan perjalanan karir birokrasi Gubernur Anwar Hafid selama 17 tahun di Tana Luwu.
Perjalanan kariernya dimulai dari posisi Kepala Desa Basse Sangtempe (Bastem) hingga menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesra di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan Anwar Hafid dikukuhkan sebagai Wija to Luwu itu, Ia tak hanya bernostalgia. Ia pun mengajak warga KKLR di Sulawesi Tengah untuk mengambil bagian dalam pembangunan peradaban, merujuk pada ajaran Islam, yakni : menyebar keselamatan di mana pun berada, serta membangun spiritualitas, salah satunya dengan mendirikan sholat di kala kebanyakan orang tertidur.
Baca Juga: Lautan Manusia Warnai Penutupan Semarak Sulteng Nambaso, Puncak Perayaan HUT ke-61 Sulawesi Tengah
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”ucapnya mengutip pepatah Nusantara yang sarat pesan adaptif.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya prinsip hidup sederhana yang diwariskan leluhur Bugis, yakni Issengi Alemu sebagai landasan syukur dan introspeksi.
Terakhir Ia mengajak KKLR Sulteng yang telah memiliki KTP Sulawesi Tengah untuk berpartisipasi dalam program unggulan, seperti BERANI Cerdas dan BERANI Sehat, yang telah dilaunching pada tanggal 13 April 2025.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Badan Pengurus Wilayah KKLR Sulawesi Tengah, yang diketuai Muhammad Neng. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












