Selain persoalan jalan, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai akses air bersih.
Abdurrahim mengatakan telah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Yadin, terkait persoalan tersebut. Ia ingin memastikan penyebab terganggunya akses air bersih di kawasan Salena.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan kondisi kemarau, tetapi perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk kondisi jaringan perpipaan dan distribusi air.
Abdurrahim mengatakan pihaknya bersama Dinas PU Kota Palu akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi jaringan air bersih.
“Nanti kami mau turun langsung sama Dinas PU di bagian perairan dengan Pak Muhammad Nur. Kami akan turun dengan Pak Yadin juga dari Dinas PU,” ujarnya.
Ia menambahkan, peninjauan lapangan juga akan dilakukan untuk melihat persoalan jalan yang disampaikan masyarakat.
Menurut Abdurrahim, penanganan infrastruktur perlu melihat kewenangan masing-masing instansi.
Jalan tertentu dapat menjadi kewenangan pemerintah daerah, sementara akses jalan yang lebih besar dapat ditangani Dinas PU sesuai kewenangannya.
Reses tersebut menjadi kesempatan bagi warga Salena untuk menyampaikan langsung kebutuhan pembangunan kepada wakil rakyat.
Aspirasi terkait jalan lingkungan, jalan pertanian dan air bersih selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












