Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan logistik, tetapi juga dukungan moral agar warga tetap memiliki semangat untuk melanjutkan kehidupan.
“Musibah adalah takdir yang tidak pernah kita harapkan, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kami ingin seluruh warga tetap kuat, saling membantu, dan terus menatap masa depan dengan optimisme. Insya Allah, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kondisi ini akan segera pulih,” kata Agus Lamakarate saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Selain menyalurkan paket bantuan, program PSI Peduli Dampingi Warga Lembantongoa juga menghadirkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan masyarakat terdampak.
Baca Juga: PSI Sulteng Kirim 1.500 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Kabupaten Sigi
Dapur umum tersebut menjadi salah satu pusat pelayanan yang membantu warga, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang masih berada di lokasi pengungsian maupun di sekitar kawasan terdampak.
Suasana hangat terlihat saat waktu makan siang tiba. Puluhan anak berkumpul menikmati makanan yang disiapkan relawan di dapur umum PSI Peduli.
Mereka duduk bersama di lapangan dan area terbuka sambil menikmati hidangan dengan penuh keceriaan.
Baca Juga: PSI Sulteng Tunda Rakorwilsus Usai Gempa, Fokus Salurkan Bantuan dan Trauma Healing Korban
Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, PSI Peduli juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
Berbagai permainan dan aktivitas interaktif dilakukan untuk membantu mengurangi rasa takut serta trauma pascagempa yang masih dirasakan sebagian anak.












