Lebih lanjut, Dewi menjelaskan bahwa Jasa Raharja menjalankan action plan keselamatan transportasi angkutan umum, khususnya bus dan truk. Program tersebut berfokus pada tiga hal penting.
Pertama, penelitian dan evaluasi mendalam.
Kedua, peningkatan kelayakan pengemudi dan awak angkutan umum.
Ketiga, peningkatan kelayakan armada angkutan umum.
Baca Juga: Jasa Raharja Raih Dua Penghargaan di BEST HC Award 2025, Buktikan Kepemimpinan dan Inovasi SDM
Upaya tersebut terbukti efektif dengan capaian penurunan jumlah korban kecelakaan bus dan truk sebesar 33,34 persen serta penurunan nilai santunan sebesar 27,55 persen hingga Juli 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
FGD dalam rangkaian Jasa Raharja di EASTS 2025 menjadi forum penting yang mempertemukan regulator, operator, serta pengguna jasa transportasi.
Melalui forum ini, diharapkan lahir solusi konkret dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU) yang efisien, efektif, serta mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
“Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Jasa Raharja siap mendukung berbagai inisiatif dan kebijakan stakeholder untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih selamat dan berkelanjutan,” tegas Dewi.
Keikutsertaan Jasa Raharja di EASTS 2025 membuktikan konsistensi perusahaan dalam mengedepankan keselamatan transportasi nasional.












