Jika pada tahun sebelumnya penyerapan jagung hanya sekitar 200 ton, maka pada 2026 target tersebut dinaikkan menjadi 3.000 ton.
Bulog Sulawesi Tengah menetapkan harga serap jagung sebesar Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen.
Sementara itu, jagung dengan kadar air maksimal 14 persen diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram dan langsung masuk ke gudang Bulog.
Baca Juga: Target Serapan Tahun 2026, Bulog Sulteng Bidik 11.000 Ton Beras Lokal dan 3.000 Ton Jagung
“Momentum harga saat ini cukup tepat untuk penyerapan. Petani juga berharap Bulog bisa menyerap hasil panen mereka,” kata Jusri.
Ia menambahkan, sejumlah wilayah mulai menunjukkan kesiapan mendukung Target Serapan Beras dan Jagung, termasuk wilayah Ampana.
Beberapa mitra dari daerah tersebut telah menghubungi Bulog untuk memasukkan stok jagung.
Baca Juga: Pantau Harga Pangan Jelang Tahun Baru, Bulog dan Satgas Pangan Sidak Serentak se Indonesia
“Dari Ampana sudah ada mitra yang menghubungi kami. Kami berharap wilayah lain juga segera menyusul,” pungkasnya. ***
Kunjungi Instagram resmi MemoSulawesi.id di sini.












