Palu, MemoSulawesi.id – Perum Bulog Sulteng pastikan stok beras aman memenuhi kebutuhan selama momen penting, terutama Ramadhan 2025 dan Idulfitri 1446 H/2025 M.
“Stok beras kami saat ini sekitar 19.000 ton, tersebar di seluruh gudang Bulog di Sulteng. Untuk persiapan Ramadan, Insyaallah, stok kami cukup dan aman,” ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulteng, Heriswan, pada Selasa , 28 Januari 2025.
Heriswan juga menjelaskan stok beras aman juga mencukupi untuk berbagai kegiatan lainnya sepanjang Januari dan Februari 2025, termasuk program bantuan pangan dan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah.
“Untuk penyaluran bantuan pangan, kami siapkan sekitar 5.000 ton. Stok ini juga masih cukup untuk mendukung berbagai kegiatan pemerintah, termasuk persiapan Ramadan,” lanjut Heriswan.
Baca Juga: Bulog Catat Kinerja Positif Bidang Komersial Tahun 2024, Omzet Penjualan Capai Rp 299 miliar
Terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah di Provinsi Sulteng, Heriswan menyatakan bahwa Bulog masih menunggu kepastian teknis mengenai pelaksanaan program tersebut.
“Kami belum menerima informasi rinci terkait teknis pelaksanaan MBG, apakah Bulog yang akan menyediakan beras atau ada mekanisme lain. Namun, jika ditugaskan, Bulog siap untuk menjalankan program ini,” tegas Heriswan.
Dari sisi penjualan, Bulog Sulteng mencatatkan kinerja positif dengan omzet penjualan komersial mencapai Rp299.246.264.749, atau 106,89 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian ini mencakup seluruh cabang di Sulteng, dengan rincian: Kanwil Palu Rp263.250.953.900, Kanwil Luwuk Rp9.942.475.300, Kanwil Tolitoli Rp7.316.081.049, dan Kanwil Poso Rp18.736.754.500.
Baca Juga: Breaking News: Kecelakaan Maut di Jl Lekatu Palu, Pengendara Pria Meninggal di Tempat
Dari segi komoditas, penjualan tahun 2024 menunjukkan angka signifikan.
Beras tercatat sebesar Rp16.260.544.550, gula pasir Rp11.451.648.500, minyak goreng Rp267.406.612.299, tepung terigu Rp818.158.900, daging kerbau Rp1.131.131.000, bawang putih Rp63.358.000, telur ayam Rp1.646.920.000, bawang merah Rp61.064.000, serta komoditas lainnya Rp406.827.500.












